
Menjalani profesi dalam sebuah korporasi membutuhkan kombinasi antara pengetahuan, talenta dan kemampuan menjalin komunikasi dengan banyak pihak.Tuntutan terhadap kemampuan pendidik untuk ber-Komunikasi dengan Publik dan Public Speaking yang lebih efektif menjadi semakin tinggi. Seorang pendidik harus memahami pola komunikasi sederhana (setiap pendidik adalah pemimpin, pusat perhatian publik, mampu menarik perhatian publik, dan mampu membuat publik 'terjaga'), dampak suatu komunikasi (tindakan menyampaikan sebuah makna kepada orang lain melalui penggunaan beberapa tanda yang dipahami bersama berupa mempengaruhi, emosiaonal, mengharukan, mengesankan, pendekatan dan perspektif yang menyentuh), komunikasi persuasif (hukum alam bawah sadar sangat berpengaruh dalam mempersuasi dan mempengaruhi orang) dan Personal Branding (lebih dari sekedar cara memasarkan dan mempromosikan diri Anda, Personal Branding merupakan gabungan dari ekspektasi, citra diri, dan persepsi yang timbul dari pemikiran orang lain ketika Nama Anda disebut).
Metode SOKOLA mengedepankan literasi dasar (mengajarkan kesadaran kritis dan kepekaan sosial sejak dini), literasi terapan (penguatan identitas kultural oleh pemuka lokal, pengetahuan dunia luar dan akses fasilitas atas hak warga negara), pendidikan yang mendukung advokasi (kaderisasi dan pengorgnaisasian, networking dan berjaringan dengan pihak yang relevan)Iwan Syahril, Selasa 15 September 2020
Dalam perspektif Merdeka Belajar, seorang guru memandang anak dengan rasa hormat (kuncinya adalah refleksi terhadap kesadaran adanya masalah, kemampuan menggambarkan masalah, kemampuan menyelesaikan masalah dan kemampuan mengambil kesimpulan), mendidik secara holistik atau budi pekerti (tidak ada dua budi pekerti yang sama sehingga kita dapat membedakan orang yang satu dengan yang lain, kebersihan budi (bersatunya cipta, rasa karsa) akan membawa kepada kebijaksanaan). Mendidik secara relevan/kontekstual (kodrat alam dan kodrat zaman). Kerangka utama transformasi GTK berangkat dari tujuan (murid merdeka belajar), strategi (sekolah penggerak), program utama (transformasi kepemimpinan pendidikan, transformasi PPG prajabatan, transformasi pengembangan ekosostem belajar guru, komunitas pendidikan yang bergotong royong, regulasi tata kelola dan koordinasi dengan pemerinta daerah), program-program terkait (kebijakan, teknologi, asesmen, kurikulum).
Profil pelajar Pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, mandiri).Asma Nadia, Rabu 16 September 2020
Menulis bukan sekedar ide bagus, menulis berawal dari keresahan, dan buku sebagai kebutuhan, bukan hiburan waktu luang.Kunci membuat tulisan yang menarik yaitu ide (baru dan dekat dengan pembaca), dan teknik penyajian (judul, konflik kuat, setting, penokohan menarik, bentuk cerita, ending yang mengesankan). Menulis itu sebuah perjuangan, diperlukan bebrapa kiat seperti menjadi predator buku, merekam pengalaman hidup, menulis untuk berbagi, jujur dan disiplin, buka mata dan buka telinga, menulis tiap hari dan masuk dalam komunitas menulis.
"Menulis bisa menjadi tiketmu mendunia dan tiketmu ke surga"
Selengkapnya di ....... https://www.youtube.com/watch?v=M1g7OLJRi5k
Wicaksono, Kamis 17 September 2020
Elemen penting dalam membangun sebuah media sosial harus mempertimbangkan dua elemen penting, yaitu strategi konten (pemilihan platform, optimasi bio, tahap produksi, penjadwalan posting, penyesuaian dengan algoritma, pemanfaatan tanda pagar) dan pemasaran (membangun personal branding, optimasi akun media sosial, optimasi website/blog, iklan, email, kolaborasi).
Kiat-kiat membangun sebuah media sosial yaitu menetapkan tujuan yang masuk akal, menentukan khalayak sasaran, menjadi diri sendiri, mencari jejaring bukan pengikut, membuat jadwal editorial, fokus membantu orang lain, berinteraksi dengan khlayak, berkreasi dengan konten visual, rajin promosi dan bersilaturahmi digital, selalu aktif.
Selengkapnya di ....... https://www.youtube.com/watch?v=O4mcQeG--Ew
R. Eko Indrajit, Jumat 18 September 2020
Penggunaan media video converence merupakan salah satu media dalam berbagi ilmu pengetahuan karena penggunaanya cepat, mudah dan murah serta dapat menampung banyak peserta/anggota tanpa membutuhkan ruang yang besar. Namun terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya, seperti waktu yang terbatas, sulit membangun chemistry antara audiens dan pemateri, kinerja peranti/devices audiens yang beragam, dan mode komunikasi yang terbatas.
Beberapa kiat dalam melakukan video converence yang menarik yaitu tujuan berkomunikasi (bukan sekedar menyampaikan pesan, namun membuat orang lain melakukan apa yang diinginkan), pahami fitur-fitur yang disediakan (sesuaikan dengan karaksteristik pertemuan dan tujuan uang ingin dicapai), interaksi dan umpan balik dengan audiens, sesuaikan waktu pelaksanaan telconverence (semakin lama interaksi semakin lemah atensi audiens), perekaman kegiatan (adanya perekaman akan banyak pihak yang menggunakannya kemudian).Selengkapnya di ...... https://www.youtube.com/watch?v=2p1UA6co_mA




0 Komentar